~Ruki~Aoi~Uruha~Reita~Kai~
Rabu, 14 Maret 2012
Profil The Gazette
Ruki [death voice]
Real name: Matsumoto Takanori
Birthday: 1-02-1982
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: B
Height: 162cm
Piercings: 5 on the right ear
Colors: purple, red, black, silver
Hobbies: shopping, rental
Brand: Pink Dragon
Cigarette: Marlboro Menthol Light [stopped smoking]
Family: Parents, older brother
Animals: dog [chihuahuas], cat
Previous Bands: Mikoto, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Aoi [guitar]
Real name: Joyama Suguru
Birthday: 20-01-1979
Birthplace: Mie
Blood Type: A
Height: 171cm
Weight: 55kg
Colors: white, black
Hobbies: Composing, guitar solos
Brand: Peacemaker, Frontier Doll
Cigarette: Marlboro Menthal
Family: Parents, older brother, older sister
Animals: dog, cat
Previous Bands: Mervilles, Artia
Uruha [guitar]
Real name: Takeshima Atsuaki
Birthday: 9-06-1981
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: O
Height: 177cm
Weight: 62kg
Colors: purple, grey
Hobbies: billiard, pachinko, bowling, soccer
Brand: PPFM, Dokomo
Cigarette: Marlboro Menthol Light
Family: Parents, two older sisters
Animals: dog, polar bear, penguin, domestic duck
Previous Bands: Karasu, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Reita [bass]
Real name: Suzuki Ryo
Birthday: 27-05-1981
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: A
Height: 172cm
Weight: 55kg
Colors: purple, red, white
Hobbies: watching movies
Brand: Cropped head, Lock
Cigarette: Mild Seven Lights
Family: Mother, grandmother, older sister
Animals: parrot
Previous Bands: Karasu, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Kai [drums]
Real name: Uke Yutaka
Birthday: 28-10-1981
Birthplace: Tokushima
Blood Type: B
Height: 172cm
Weight: 55kg
Colors: black, red, white, blue, silver, gold
Hobbies: cooking, soccer, collecting Zippos
Brand: Custom Culture
Cigarette: Red Marlboro Box
Family: Parents
Animals: dog, tiger, alligator/crocodile
Previous Bands: Mareydi†Creia
Birthday: 1-02-1982
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: B
Height: 162cm
Piercings: 5 on the right ear
Colors: purple, red, black, silver
Hobbies: shopping, rental
Brand: Pink Dragon
Cigarette: Marlboro Menthol Light [stopped smoking]
Family: Parents, older brother
Animals: dog [chihuahuas], cat
Previous Bands: Mikoto, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Aoi [guitar]
Birthday: 20-01-1979
Birthplace: Mie
Blood Type: A
Height: 171cm
Weight: 55kg
Colors: white, black
Hobbies: Composing, guitar solos
Brand: Peacemaker, Frontier Doll
Cigarette: Marlboro Menthal
Family: Parents, older brother, older sister
Animals: dog, cat
Previous Bands: Mervilles, Artia
Uruha [guitar]
Birthday: 9-06-1981
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: O
Height: 177cm
Weight: 62kg
Colors: purple, grey
Hobbies: billiard, pachinko, bowling, soccer
Brand: PPFM, Dokomo
Cigarette: Marlboro Menthol Light
Family: Parents, two older sisters
Animals: dog, polar bear, penguin, domestic duck
Previous Bands: Karasu, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Reita [bass]
Birthday: 27-05-1981
Birthplace: Kanagawa
Blood Type: A
Height: 172cm
Weight: 55kg
Colors: purple, red, white
Hobbies: watching movies
Brand: Cropped head, Lock
Cigarette: Mild Seven Lights
Family: Mother, grandmother, older sister
Animals: parrot
Previous Bands: Karasu, Ma'die Kusse, Kar+te=zyAnose
Kai [drums]
Birthday: 28-10-1981
Birthplace: Tokushima
Blood Type: B
Height: 172cm
Weight: 55kg
Colors: black, red, white, blue, silver, gold
Hobbies: cooking, soccer, collecting Zippos
Brand: Custom Culture
Cigarette: Red Marlboro Box
Family: Parents
Animals: dog, tiger, alligator/crocodile
Previous Bands: Mareydi†Creia
Selasa, 13 Maret 2012
Japanese Kai
Profil Kagrra
Pada tahun 1998, sebuah grup yang terdiri dari 3 musisi, Isshi, Izumi, dan Nao (vokal, drum, dan bass, berturut-turut) memutuskan untuk membentuk band. Yang dibutuhkan untuk melengkapi rencana mereka adalah gitaris, dan akhirnya mereka memasang iklan di toko musik kecil. Iklan itu dijawab oleh Akiya dan Shin, yang bergabung dengan member-member awal, membentuk CROW pada bulan Oktober 1998. Setelah bergabung dengan label key party, mereka mengikuti live gabungan dua band kembar dengan Lar~mia, dan dua band itu lebih dikenal dengan kuroi tori (burung hitam : CROW) dan shiroi tori (burung putih: Lar~mia).
Tahun 2000 mereka pindah label ke PS Company dan mengganti nama mereka menjadi Kaggra. Pada bulan Juni mereka bermain secara live menggunakan nama baru mereka untuk pertama kalinya dan merilis demo tape baru. Mini album pertama Kagrra, Nue, dirilis pada Desember, dan setelah terjual habis dengan cepat, sukses dipasaran.
Pada 3 Maret 2001 adalah tanggal yang menjadikan terobosan baru yang lain bagi sejarah Kagrra. Pada hari itu, mereka bermain dalam live one-man yang pertama di Shibuya, merilis mini album yang kedua, Sakura, dan membuka fans club resmi mereka, Auga. Sebagai tambahannya, tahun 2001, mereka merilis 4 single yang dihubungkan dengan 4 musim selama setahun. Pada September, bersama dengan Kagerou dan Due’le Quartz, mereka mengadakan tour ke Hongkong dan 3 Oktober mereka merilis mini album ketiga, Iodori, yang sangat laku di pasaran.
Rekaman live pertama Kagrra, dalam bentuk VHS tape dengan judul Fuunroku, dirilis pada 6 Maret 2002, dan tidak lebih dari sebulan kemudian mereka merilis maxi single pertama, Yume Izuru Chi. Mereka juga merilis dua maxi single, mini album, dan full album pertama mereka dengan judul Gozen pada tahun yang sama.
Mereka terus melanjutkan dengan jadwal yang padat pada tahun 2003, merilis 2 maxi single, mini album, dan dvd live pertama mereka. Pada Desember Kagrra mengadakan pertunjukkan indies terakhir dan menjadi major pada 1 Januari 2004, merubah namanya menjadi Kagrra,yang dirayakan dengan perilisan single major pertama mereka, Urei. Bulan Maret mereka merilis full album pertama dalam status major, Miyako.
Tahun 2000 mereka pindah label ke PS Company dan mengganti nama mereka menjadi Kaggra. Pada bulan Juni mereka bermain secara live menggunakan nama baru mereka untuk pertama kalinya dan merilis demo tape baru. Mini album pertama Kagrra, Nue, dirilis pada Desember, dan setelah terjual habis dengan cepat, sukses dipasaran.
Pada 3 Maret 2001 adalah tanggal yang menjadikan terobosan baru yang lain bagi sejarah Kagrra. Pada hari itu, mereka bermain dalam live one-man yang pertama di Shibuya, merilis mini album yang kedua, Sakura, dan membuka fans club resmi mereka, Auga. Sebagai tambahannya, tahun 2001, mereka merilis 4 single yang dihubungkan dengan 4 musim selama setahun. Pada September, bersama dengan Kagerou dan Due’le Quartz, mereka mengadakan tour ke Hongkong dan 3 Oktober mereka merilis mini album ketiga, Iodori, yang sangat laku di pasaran.
Rekaman live pertama Kagrra, dalam bentuk VHS tape dengan judul Fuunroku, dirilis pada 6 Maret 2002, dan tidak lebih dari sebulan kemudian mereka merilis maxi single pertama, Yume Izuru Chi. Mereka juga merilis dua maxi single, mini album, dan full album pertama mereka dengan judul Gozen pada tahun yang sama.
Mereka terus melanjutkan dengan jadwal yang padat pada tahun 2003, merilis 2 maxi single, mini album, dan dvd live pertama mereka. Pada Desember Kagrra mengadakan pertunjukkan indies terakhir dan menjadi major pada 1 Januari 2004, merubah namanya menjadi Kagrra,yang dirayakan dengan perilisan single major pertama mereka, Urei. Bulan Maret mereka merilis full album pertama dalam status major, Miyako.
Senin, 12 Maret 2012
Daftar Pemain Gitar Terbaik dan Terhebat Dunia - The Best Guitarists In The World
Japanese Rock Music
Japanese rock is a form of popular music, often abbreviated to "J-Rock" in much the same way that "J-Pop" is used as an abbreviation of Japanese Pop. J-Rock is one of the most popular forms of music in Japan.
J-Rock History
Psychedelic rock was invented in the 1960s by American and British counterculture figures. Arriving in Japan, psychedelic rock took on a different flavour. Previously known for the drug intake of its performers leaving an impact on the hazy, drugged-out music, J-Rock performers tended to be drug-free, or even adamantly anti-drug (for example, Kosugi Takehisa, Haino Keiji, Nanjo Asahito).
Psychedelic rock first appeared in Japan in the mid to late 1960s. A few Group Sounds bands imitated their Anglo heros, including The Golden Cups, The Tempters, The Mops, The Dynamites and Jacks, whose "Karappo No Sekai" and "Marianne" were two of the first psychedelic recordings from the country.
Like in the UK and US, the psychedelic rock scene was linked to a political movement involving young, spirited students. An economic boom brought many young people to universities, where radical politics abounded. Central to this movement, arising from the late 60s Kyoto student revolts, was the band Les Rallizes Denudés and the Taj Mahal Travellers, followed by Lost Aaraaff.
In the 1970s, singer-songwriters like Kazuki Tomokawa and Kan Mikami became popular. As in the US and UK, Japanese rock spawned a folk-rock scene, there led by Magical Power Mako. At the same time, radical progressive rock was evolving, with distinctly Japanese bands like After Dinner and YB02, Kenso and KoenjiHyakkei.
From the late 1980s popular rock bands such as X Japan helped define the Visual Kei aesthetic in Japanese rock and pop music. "Visual kei" is often focused upon in the West as a uniquely Japanese part of the Rock music scene. Strictly speaking, however, "Visual kei" is not defined by its sound (which may or may not be "rock" music) but by the appearance of the bands.
A fringe movement from the late 1980s in Japanese alternative rock took the form of noise rock, a sound popularised by bands such as Boredoms.
Psychedelic rock first appeared in Japan in the mid to late 1960s. A few Group Sounds bands imitated their Anglo heros, including The Golden Cups, The Tempters, The Mops, The Dynamites and Jacks, whose "Karappo No Sekai" and "Marianne" were two of the first psychedelic recordings from the country.
Like in the UK and US, the psychedelic rock scene was linked to a political movement involving young, spirited students. An economic boom brought many young people to universities, where radical politics abounded. Central to this movement, arising from the late 60s Kyoto student revolts, was the band Les Rallizes Denudés and the Taj Mahal Travellers, followed by Lost Aaraaff.
In the 1970s, singer-songwriters like Kazuki Tomokawa and Kan Mikami became popular. As in the US and UK, Japanese rock spawned a folk-rock scene, there led by Magical Power Mako. At the same time, radical progressive rock was evolving, with distinctly Japanese bands like After Dinner and YB02, Kenso and KoenjiHyakkei.
From the late 1980s popular rock bands such as X Japan helped define the Visual Kei aesthetic in Japanese rock and pop music. "Visual kei" is often focused upon in the West as a uniquely Japanese part of the Rock music scene. Strictly speaking, however, "Visual kei" is not defined by its sound (which may or may not be "rock" music) but by the appearance of the bands.
A fringe movement from the late 1980s in Japanese alternative rock took the form of noise rock, a sound popularised by bands such as Boredoms.
J-ROCK Bands
The 5,6,7,8's
Acidman
Asian Kung-Fu Generation
Bleach03
The Blue Hearts
The Boom
BOØWY
Boredoms
Brahman
The Brilliant Green
Buck-Tick
B'z
Dir en grey
Do As Infinity
GLAY
Guitar Wolf
The Golden Cups
GO!GO!7188
The High-Lows
Janne Da Arc
L'Arc-en-Ciel
Luna Sea
Malice Mizer
Miyavi
PYG
RC Succession
Shonen Knife
the pillows
Thee Michelle Gun Elephant
The Tempters
The Tigers
The Yellow Monkey
Vodka Collins
X Japan
Sumber : Japanese Life Style
SEJARAH MUSIK DUNIA
Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.
A. Perkembangan Musik Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi
PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :
1.Zaman Abad Pertengahan
Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.
Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.
2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :
1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
3. Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;
1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.
4. Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:
a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.
A. Perkembangan Musik Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi
PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :
1.Zaman Abad Pertengahan
Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.
Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.
2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :
1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
3. Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;
1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.
4. Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:
a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.
Langganan:
Postingan (Atom)










